Cara Memperbaiki DNS Lookup yang Lambat di Chrome, Windows & Mac

Apa Itu Waktu DNS Lookup dan Mengapa Penting?
Waktu DNS lookup adalah jumlah milidetik yang dibutuhkan perangkat Anda untuk menerjemahkan nama domain (seperti example.com) menjadi alamat IP (seperti 93.184.216.34). Proses lookup ini terjadi sebelum transfer data apa pun — browser Anda tidak dapat mengirim satu byte pun sampai DNS berhasil me-resolve domain tersebut.
DNS lookup biasa membutuhkan 20-120ms tergantung pada server DNS, kondisi jaringan, dan apakah hasilnya sudah tersimpan di cache. Ketika DNS lambat, ini memperlambat setiap website, setiap panggilan API, dan setiap resource yang dimuat browser. Halaman yang memuat 50 resource eksternal bisa menambah 1-5 detik total overhead DNS.
Riset Google menunjukkan bahwa ketika waktu loading halaman meningkat dari 1 detik ke 3 detik, probabilitas bounce naik menjadi 32%. Di 5 detik, angkanya melonjak ke 90%. DNS lambat sering kali menjadi bottleneck tersembunyi yang menyebabkan hal ini.
Apa yang Menyebabkan DNS Lookup Lambat?
Memahami akar penyebabnya membantu Anda memilih perbaikan yang tepat. Berikut penyebab paling umum mengapa DNS lookup lambat di perangkat atau jaringan Anda.
Server DNS ISP yang lambat — Kebanyakan ISP menggunakan DNS resolver yang kelebihan beban, membutuhkan 80-200ms per query. Ini penyebab #1 DNS lambat untuk pengguna rumahan.
Cache DNS yang usang atau rusak — OS atau browser Anda menyimpan entri lama yang memaksa lookup berulang yang lambat alih-alih langsung mengambil dari cache.
Jarak geografis — Jika server DNS Anda berada di benua lain, setiap query harus menempuh ribuan kilometer pulang-pergi, menambah 50-200ms latensi.
Rantai CNAME — Setiap redirect CNAME memicu DNS lookup tambahan. Rantai 3 CNAME berarti 3 lookup berurutan sebelum menemukan IP akhir.
Nilai TTL yang rendah — Nilai Time-to-Live yang pendek (seperti 60 detik) memaksa perangkat Anda terus-menerus melakukan query DNS ulang alih-alih menggunakan hasil yang sudah di-cache.
Interferensi VPN atau proxy — VPN merutekan query DNS melalui server mereka sendiri, yang mungkin lebih lambat atau lebih jauh dari DNS normal Anda.
Kemacetan jaringan — Lalu lintas jaringan yang padat atau router yang kelebihan beban dapat menyebabkan packet loss DNS dan retransmisi, menambah penundaan beberapa detik.
Masalah fallback IPv6 — Beberapa jaringan mencoba DNS IPv6 lebih dulu, gagal, lalu beralih ke IPv4 — menggandakan waktu lookup untuk setiap permintaan.
Cara Mengukur Waktu DNS Lookup Anda Saat Ini
Sebelum memperbaiki apa pun, ukur kecepatan DNS Anda saat ini agar bisa dibandingkan setelahnya. Berikut tiga cara cepat untuk mengecek waktu DNS lookup Anda.
Metode 1: Menggunakan dig (Mac/Linux)
Perintah dig menampilkan waktu query DNS yang tepat dalam milidetik:
# Query your current DNS server
dig google.com
# Look for "Query time" at the bottom:
# ;; Query time: 24 msec
# Test a specific DNS server
dig @1.1.1.1 google.com
dig @8.8.8.8 google.com
dig @9.9.9.9 google.comMetode 2: Menggunakan nslookup (Windows)
Windows tidak menampilkan waktu query dengan nslookup secara default, tetapi Anda bisa menggunakan PowerShell untuk mengukurnya:
# Measure DNS lookup time in PowerShell
Measure-Command { Resolve-DnsName google.com } | Select-Object TotalMilliseconds
# Test with a specific DNS server
Measure-Command { Resolve-DnsName google.com -Server 1.1.1.1 } | Select-Object TotalMillisecondsMetode 3: Menggunakan Chrome DevTools
Chrome menampilkan waktu DNS lookup untuk setiap network request:
Buka website mana saja → tekan F12 untuk membuka DevTools → buka tab Network → klik request mana saja → lihat bagian Timing. Baris DNS Lookup menunjukkan berapa lama resolusi DNS untuk domain tersebut.
Jika Anda melihat waktu DNS lookup konsisten di atas 100ms, server DNS Anda lambat dan solusi di bawah ini akan membantu.
Solusi 1: Beralih ke Server DNS yang Lebih Cepat
Ini adalah solusi yang paling berdampak. Server DNS ISP biasanya merespons dalam 80-200ms. Server DNS publik seperti Cloudflare dan Google merespons dalam 8-20ms — itu berarti peningkatan kecepatan 10x lipat pada setiap query DNS.
Berikut cara mengganti server DNS di setiap platform:
Ganti DNS di Windows 10/11
Buka Settings → Network & Internet → Advanced network settings
Klik koneksi aktif Anda (Wi-Fi atau Ethernet) → Hardware properties
Klik Edit di samping DNS server assignment
Ubah dari Automatic ke Manual → aktifkan IPv4
Atur Preferred DNS ke
1.1.1.1dan Alternate DNS ke1.0.0.1Klik Save dan uji dengan
digatau PowerShell
Ganti DNS di macOS
Buka System Settings → Network → Wi-Fi (atau koneksi aktif Anda)
Klik Details di samping jaringan yang terhubung
Klik DNS di sidebar
Hapus entri yang ada dan tambahkan
1.1.1.1serta1.0.0.1Klik OK lalu Apply
Ganti DNS di Linux
Di kebanyakan distribusi Linux yang menggunakan systemd-resolved:
# Edit the resolved config
sudo nano /etc/systemd/resolved.conf
# Add or modify these lines:
[Resolve]
DNS=1.1.1.1 1.0.0.1
FallbackDNS=8.8.8.8 8.8.4.4
# Restart the service
sudo systemctl restart systemd-resolved
# Verify the change
resolvectl statusSolusi 2: Flush Cache DNS Anda
Cache DNS yang usang atau rusak memaksa perangkat Anda menggunakan entri yang sudah tidak valid atau melakukan lookup baru yang gagal dan harus diulang. Flush cache menghapus semua entri DNS yang tersimpan dan memaksa query baru ke server DNS Anda.
Jalankan perintah sesuai sistem operasi Anda:
# Windows (Command Prompt as Administrator)
ipconfig /flushdns
# macOS
sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponder
# Linux (systemd-resolved)
sudo resolvectl flush-caches
# Verify cache is empty (Windows)
ipconfig /displaydnsSolusi 3: Aktifkan DNS Prefetching di Browser
DNS prefetching memerintahkan browser untuk me-resolve nama domain sebelum Anda mengklik link. Saat Anda mengarahkan kursor ke link atau saat halaman dimuat, browser secara proaktif me-resolve DNS untuk domain yang di-link di background. Begitu Anda mengklik, DNS sudah ter-resolve — tanpa menunggu.
Kebanyakan browser modern mengaktifkan DNS prefetching secara default, tetapi fitur ini bisa tidak sengaja dinonaktifkan. Berikut cara memverifikasi dan mengaktifkannya.
Pengaturan DNS Prefetch di Chrome
Di Chrome, DNS prefetching adalah bagian dari fitur preloading:
Buka Chrome → Settings → Privacy and Security → Preload pages
Aktifkan "Preload pages for faster browsing and searching"
Ini mengaktifkan DNS prefetching, TCP pre-connect, dan prerendering halaman untuk link yang kemungkinan akan Anda kunjungi
Pengaturan DNS Prefetch di Firefox
Firefox mendukung DNS prefetching tetapi bisa tidak sengaja dinonaktifkan:
Ketik
about:configdi address bar dan tekan EnterCari
network.dns.disablePrefetchPastikan nilainya `false` (false = prefetching AKTIF)
Cek juga
network.dns.disablePrefetchFromHTTPS— atur kefalseuntuk situs HTTPS juga
Solusi 4: Hapus Cache DNS Internal Chrome
Chrome memiliki cache DNS sendiri yang terpisah dari cache DNS sistem operasi Anda. Bahkan setelah flush cache DNS OS, Chrome mungkin masih menggunakan entri lama dari cache internalnya.
Untuk menghapus cache DNS Chrome:
Buka Chrome dan ketik
chrome://net-internals/#dnsdi address barKlik "Clear host cache" untuk flush entri DNS internal Chrome
Kunjungi juga
chrome://net-internals/#socketsdan klik "Flush socket pools" untuk menutup koneksi yang masih tersisaRestart Chrome untuk state DNS yang benar-benar baru
Solusi 5: Konfigurasi DNS di Router
Mengganti DNS di router akan menerapkan server DNS yang lebih cepat ke semua perangkat di jaringan Anda — HP, tablet, smart TV, konsol game — tanpa perlu mengkonfigurasi masing-masing perangkat.
Cara mengganti DNS di kebanyakan router:
Buka browser dan navigasi ke
192.168.1.1atau192.168.0.1(halaman admin router)Login dengan kredensial admin router (cek stiker di router jika belum pernah mengubahnya)
Cari pengaturan DNS — biasanya di bawah WAN settings, Internet settings, atau DHCP settings
Ubah Primary DNS ke
1.1.1.1dan Secondary DNS ke1.0.0.1Simpan dan reboot router untuk menerapkan perubahan
Solusi 6: Kurangi Rantai CNAME (Untuk Pemilik Website)
Untuk mengurangi rantai CNAME, gunakan CNAME flattening (juga disebut ALIAS record). Fitur ini me-resolve rantai CNAME di level server DNS dan mengembalikan alamat IP akhir secara langsung. Cloudflare, AWS Route 53, dan DNSimple semua mendukung CNAME flattening.
Anda bisa mengecek rantai CNAME menggunakan tool DNS Lookup DNS Robot — masukkan domain Anda dan periksa record CNAME untuk melihat apakah ada rantai.
www.example.com → CNAME → example.com.cdn.cloudflare.net
→ CNAME → cdn-123.cloudflare.net
→ A → 104.21.55.123
# That is 3 DNS lookups instead of 1!
# Each adds 20-80ms of latency.Solusi 7: Tingkatkan Nilai TTL (Untuk Pemilik Website)
TTL (Time to Live) mengontrol berapa lama DNS resolver meng-cache record domain Anda. TTL rendah seperti 60 detik berarti setiap resolver harus melakukan query ulang ke server DNS otoritatif Anda setiap menit. TTL yang lebih tinggi seperti 3600 detik (1 jam) berarti hasil di-cache dan disajikan secara instan selama satu jam.
Dampaknya signifikan: meningkatkan TTL dari 60 detik ke 3600 detik bisa mengurangi DNS lookup ke server otoritatif Anda sebesar 98% saat jam sibuk.
| Nilai TTL | Durasi Cache | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| 60 | 1 menit | Record yang sering berubah (failover, load balancing) |
| 300 | 5 menit | Record yang sesekali berubah |
| 3600 | 1 jam | Record stabil (default yang direkomendasikan) |
| 86400 | 24 jam | Record yang jarang berubah (MX, TXT) |
Perbandingan Kecepatan Server DNS (Benchmark 2026)
Cloudflare (1.1.1.1) secara konsisten menduduki peringkat sebagai DNS resolver publik tercepat di dunia. Google Public DNS berada di posisi kedua yang sangat dekat. Keduanya mendukung DNS over HTTPS (DoH) dan DNS over TLS (DoT) untuk query yang terenkripsi.
Anda bisa melakukan benchmark server DNS untuk lokasi spesifik Anda menggunakan tool GRC DNS Benchmark di Windows, atau jalankan dig @1.1.1.1 google.com vs dig @8.8.8.8 google.com di Mac/Linux untuk membandingkan waktu respons.
| Penyedia DNS | IP Primer | IP Sekunder | Waktu Respons Rata-rata | Privasi | Fitur Keamanan |
|---|---|---|---|---|---|
| Cloudflare | 1.1.1.1 | 1.0.0.1 | ~11ms | Tidak mencatat IP | DNSSEC, DoH, DoT |
| Google Public DNS | 8.8.8.8 | 8.8.4.4 | ~14ms | Log dianonimkan setelah 48 jam | DNSSEC, DoH, DoT |
| Quad9 | 9.9.9.9 | 149.112.112.112 | ~20ms | Tidak mencatat IP | DNSSEC, blokir malware |
| OpenDNS | 208.67.222.222 | 208.67.220.220 | ~23ms | Log untuk filtering | Content filtering, DNSSEC |
| DNS ISP biasa | Varies | Varies | ~80-200ms | Bervariasi | Dasar saja |
Cara Memverifikasi DNS Anda Sudah Lebih Cepat
Anda seharusnya melihat waktu DNS lookup turun dari 80-200ms (DNS ISP) menjadi 10-20ms (Cloudflare/Google). Anda juga bisa menggunakan tool Ping DNS Robot untuk mengukur latensi ke server DNS secara langsung — ping 1.1.1.1 dan bandingkan dengan IP server DNS ISP lama Anda.
# Mac/Linux: Compare before and after
dig google.com # Should show lower query time
dig amazon.com # Test multiple domains
dig github.com
# Windows PowerShell
Measure-Command { Resolve-DnsName google.com } | Select-Object TotalMilliseconds
# Check Chrome DevTools
# Open any page → F12 → Network tab → look at DNS Lookup timingCek kecepatan DNS Anda sekarang
Gunakan tool DNS Lookup gratis dari DNS Robot untuk mengukur waktu resolusi DNS dari berbagai server global. Lihat seberapa cepat DNS Anda me-resolve di seluruh dunia.
Try DNS LookupFrequently Asked Questions
Di bawah 50ms sudah bagus, di bawah 20ms sangat baik. Di atas 100ms sudah termasuk lambat dan akan terasa dampaknya pada kecepatan browsing Anda. Server DNS publik seperti Cloudflare (1.1.1.1) biasanya merespons dalam 10-15ms.