Apa Itu WHOIS Lookup?
WHOIS lookup adalah pencarian basis data publik untuk mendapatkan informasi detail tentang pendaftaran domain. Setiap domain yang terdaftar di internet memiliki catatan WHOIS yang dikelola oleh registry dan registrar domain. Catatan ini mencakup registrar, tanggal pendaftaran dan kedaluwarsa, konfigurasi nameserver, kode status, dan — jika tidak dilindungi privasi — informasi kontak pemilik.
Sistem WHOIS dibuat pada tahun 1980-an sebagai bagian dari ARPANET dan telah menjadi protokol standar untuk memeriksa data pendaftaran domain sejak saat itu. Alat WHOIS lookup dari DNS Robot menggunakan protokol modern RDAP (Registration Data Access Protocol) sebagai sumber data utama, dengan WHOIS tradisional sebagai cadangan untuk jangkauan TLD yang maksimal. RDAP memberikan respons terstruktur dalam format JSON melalui koneksi HTTPS terenkripsi, menggantikan format teks biasa dari WHOIS lama.
Dengan alat kami, Anda dapat memeriksa data domain .com, .net, .org, .id, dan ratusan TLD lainnya. Kombinasikan dengan cek umur domain untuk menghitung usia domain secara tepat atau gunakan DNS Lookup untuk memeriksa semua catatan DNS.

Cara Melakukan WHOIS Lookup
Melakukan WHOIS lookup dengan DNS Robot sangat mudah dan cepat. Alat kami secara otomatis menangani kerumitan dalam menghubungi server registry yang tepat untuk setiap TLD.
Ikuti tiga langkah di bawah ini untuk mendapatkan data pendaftaran domain apa pun. Alat ini secara otomatis mendeteksi protokol RDAP atau WHOIS yang paling sesuai untuk setiap ekstensi domain.
Ketik nama domain apa pun (misal: contoh.co.id) — URL dibersihkan secara otomatis, menghapus http://, www. dan path
Alat kami menghubungi server RDAP dari TLD domain dan mengambil data terstruktur dalam format JSON melalui HTTPS
Lihat registrar, tanggal, nameserver, kode status, DNSSEC, dan detail kontak secara instan
Apa yang Ditampilkan WHOIS Lookup?
WHOIS lookup yang lengkap mengembalikan berbagai kategori data pendaftaran. Memahami setiap kolom membantu Anda mengevaluasi kepemilikan domain, keamanan, dan konfigurasi.
Data terpenting mencakup informasi registrar, tanggal penting domain, konfigurasi nameserver, dan status keamanan. Kombinasikan dengan cek ketersediaan domain untuk memeriksa ketersediaan domain serupa.
Perusahaan tempat domain didaftarkan (misal: GoDaddy, Namecheap, Cloudflare). Termasuk nama registrar, ID IANA, email penyalahgunaan, dan URL server WHOIS.
Tiga tanggal penting: kapan domain didaftarkan (tanggal pembuatan), kapan kedaluwarsa, dan kapan catatan WHOIS terakhir diperbarui. Tanggal pembuatan digunakan untuk menghitung umur domain.
Server DNS yang mengarahkan domain ke alamat IP-nya. Nameserver umum termasuk Cloudflare (*.ns.cloudflare.com), AWS Route 53, dan Google Cloud DNS.
Kode status EPP yang mengontrol tindakan yang diizinkan pada domain (transfer, pembaruan, penghapusan). Status DNSSEC menunjukkan apakah respons DNS ditandatangani secara kriptografis.
RDAP vs Protokol WHOIS Tradisional
DNS Robot menggunakan protokol RDAP (Registration Data Access Protocol) sebagai sumber data utama, yang merupakan pengganti resmi WHOIS lama yang didukung oleh ICANN. RDAP lebih unggul dari WHOIS tradisional di semua aspek.
Perbedaan utamanya adalah RDAP mengirimkan data dalam format JSON terstruktur melalui HTTPS terenkripsi, sedangkan WHOIS tradisional mengembalikan teks biasa tidak terstruktur melalui koneksi tidak terenkripsi pada port 43. Ini berarti kueri lebih cepat, keamanan lebih baik, dan respons terstandarisasi di semua registry.
Selain itu, RDAP mendukung penuh domain internasional (IDN) dengan Unicode, autentikasi melalui HTTP dan API key, serta mengikuti standar IETF RFC 7480-7484. Gunakan pencari subdomain kami untuk menemukan semua subdomain setelah melakukan WHOIS lookup.

RDAP mengembalikan data dalam format JSON terstandarisasi yang mudah diproses otomatis. WHOIS mengembalikan teks biasa tanpa format konsisten.
RDAP beroperasi melalui HTTPS dengan enkripsi TLS. WHOIS tradisional menggunakan port 43 tanpa enkripsi, mengekspos kueri terhadap penyadapan.
RDAP mendukung penuh domain internasional dengan karakter Unicode. WHOIS terbatas pada karakter ASCII dasar.
RDAP mengikuti standar IETF RFC 7480-7484 dengan respons konsisten. WHOIS tidak memiliki standar seragam antar registry.
Kasus Penggunaan WHOIS Lookup
Pencarian WHOIS melayani berbagai tujuan dalam keamanan, bisnis, dan operasi teknis. Profesional IT, pengacara, investigator, dan pengusaha menggunakan WHOIS lookup setiap hari.
Dari investigasi penipuan hingga riset kompetitor, WHOIS lookup menyediakan data penting untuk pengambilan keputusan. Kombinasikan dengan pemeriksa SSL kami untuk analisis keamanan domain yang lengkap.
Keamanan Siber & Investigasi Penipuan
Investigasi domain phishing, identifikasi registrar yang digunakan pelaku kejahatan, dan periksa kapan domain mencurigakan didaftarkan. Domain baru sering digunakan untuk phishing.
Perlindungan Merek & Kekayaan Intelektual
Pantau pendaftaran domain yang melanggar merek Anda. Data WHOIS membantu mengidentifikasi pendaftar di balik cybersquatting atau typosquatting untuk tindakan hukum.
Riset Kompetitor
Temukan registrar dan penyedia DNS mana yang digunakan kompetitor, kapan domain mereka didaftarkan, dan bagaimana infrastruktur nameserver mereka dikonfigurasi.
Akuisisi Domain
Periksa apakah domain tersedia, kapan kedaluwarsa, dan temukan informasi kontak pemilik untuk mengajukan penawaran pembelian domain yang sudah terdaftar.
Pemecahan Masalah Jaringan
Periksa konfigurasi nameserver, status DNSSEC, dan identifikasi penyedia DNS otoritatif untuk mendiagnosis masalah resolusi domain.
Due Diligence
Verifikasi legitimasi domain sebelum transaksi bisnis. Periksa umur domain, riwayat pendaftaran, dan detail pendaftar untuk menilai kepercayaan bisnis online.
Memahami Kode Status Domain
Saat Anda melakukan WHOIS lookup, hasilnya mencakup kode status EPP (Extensible Provisioning Protocol). Kode-kode ini mengontrol tindakan apa yang dapat dilakukan pada domain dan memberikan informasi tentang kondisi terkininya.
Kode yang paling umum menunjukkan apakah domain aktif, dikunci dari transfer, dilindungi dari penghapusan, atau sedang dalam proses penghapusan. Memahami kode-kode ini penting untuk mengelola domain dengan benar. Gunakan validator DNS untuk memvalidasi konfigurasi domain secara lengkap.

Domain berfungsi normal tanpa operasi tertunda atau pembatasan. Ini adalah status default untuk domain yang sehat.
Kunci transfer ditetapkan oleh pemilik domain melalui registrar untuk mencegah transfer yang tidak sah.
Perlindungan di tingkat registry yang mencegah penghapusan domain. Umum pada domain bernilai tinggi.
Domain telah kedaluwarsa dan melewati masa penebusan. Akan segera tersedia untuk pendaftaran publik.
Privasi WHOIS dan GDPR
Sejak Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa berlaku pada Mei 2018, sebagian besar catatan WHOIS kini menampilkan informasi pribadi yang disunting. Registrar diwajibkan melindungi data pendaftar secara default, mengganti nama, email, telepon, dan alamat dengan penanda privasi.
Di Indonesia, UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) juga memperkuat perlindungan ini, mengharuskan data pribadi dalam catatan domain diperlakukan dengan hati-hati. Untuk domain .id, PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) menerapkan kebijakan privasi tersendiri.
Meski privasi WHOIS diaktifkan, WHOIS lookup tetap mengungkapkan data berharga: nama registrar, tanggal pendaftaran dan kedaluwarsa, nameserver, kode status, dan konfigurasi DNSSEC. Untuk tujuan sah seperti perlindungan merek, registrar menyediakan proses permintaan pengungkapan WHOIS untuk menghubungi pemilik melalui penerusan email anonim.
Praktik Terbaik WHOIS Lookup
Ikuti rekomendasi ini untuk mengelola domain Anda dengan aman dan menjaga catatan WHOIS tetap terbaru. Praktik yang tepat melindungi dari transfer tidak sah dan kehilangan domain.
Memantau catatan WHOIS Anda secara rutin dan menjaga pengaturan keamanan tetap aktif sangat penting bagi setiap pemilik domain, dari blog pribadi hingga perusahaan besar.
Periksa nameserver — Pastikan domain Anda mengarah ke penyedia DNS yang benar setelah melakukan perubahan
Pantau tanggal kedaluwarsa — Atur pengingat sebelum kedaluwarsa untuk menghindari kehilangan domain
Aktifkan kunci transfer — Jaga agar
clientTransferProhibitedtetap aktif untuk mencegah transfer tidak sahGunakan privasi WHOIS — Aktifkan privasi domain untuk melindungi informasi pribadi dari pencarian WHOIS publik
Aktifkan DNSSEC — Tanda tangani zona DNS Anda untuk melindungi pengunjung dari DNS spoofing dan cache poisoning
Audit secara berkala — Periksa catatan WHOIS Anda secara berkala untuk memastikan informasi kontak sudah benar
Alat DNS dan Domain Terkait
DNS Robot menyediakan berbagai alat pelengkap WHOIS lookup untuk analisis domain dan jaringan yang lengkap. Gunakan alat-alat ini bersama untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang infrastruktur domain apa pun.
Periksa semua catatan DNS (A, AAAA, MX, CNAME, TXT, NS) dari domain apa pun
Periksa validitas, rantai, dan kedaluwarsa sertifikat SSL situs web mana pun
Hitung usia domain secara tepat dan periksa riwayat pendaftaran
Temukan hostname yang terkait dengan alamat IP apa pun
Temukan geolokasi, ISP, dan detail jaringan dari alamat IP apa pun
Temukan semua subdomain dari domain menggunakan log Certificate Transparency